Google Yahoo Msn

Cara Budidaya Pembesaran Ikan Mas

Di poskan oleh Info yasha Pada hari Jumat, 29 September 2017 | September 29, 2017

Ikan mas merupakan jenis ikan air tawar yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai usaha. Selain untuk bisnis masakan, ikan mas juga sangat bagus untuk dbudidayakan. Ikan mas mempunyai cita rasa yang tinggi sehingga disukai banyak konsumen. Tingkat pertumbuhan yang cepat merupakan salah satu keunggulan dari ikan ini, sehingga layak untuk dibudidayakan. Kali ini, Surya Mina akan membahas tentang budidaya ikan mas.

Ikan mas memiliki beberapa sebutan yaitu kancra, tikeu, tombro, raja, rayo, ameh atau nama lain sesuai dengan daerah penyebarannya. Ikan mas (Cyorinus carpio, L.) merupakan spesies ikan air tawar yang termasuk dalam famili Cyprinidae, sub ordo Cyprinoidea, Ordo Ostariophysi sub kelas Teleostrei. Ikan Mas sudah lama dibudidayakandan terdomestikasi dengan baik di dunia. Diantara jenis ikan air tawar ikan mas merupakan ikan yang paling populer di masyarakat. Selain dikenal dengan nama ikan mas, ikan ini dikenal dengan nama dengan nama Ikan Karper ataupun ikan tombro. Kini telah banyak dikenal ras persilangan ikan mas antara lain Ikan Mas Merah, Si Nyonya, Taiwan, Majalaya, Kaca, Kumpai dan lain-lain.

Persyaratan Budi Daya Ikan Mas

Di alam aslinya ikan mas hidup di perairan sungai, danau maupun genangan air lainnya yang berada pada ketinggian 150-600m dpl, dengan suhu air berkisar 20 derajat sampai 25 derajat celcius. Ikan mas termasuk hewan Omnnivora atau pemakan segala sehingga di alam makanan Ikan mas berupa daun-daunan, lumut, serangga, cacing dan lain sebagainya. Pada model budidaya ikan mas lingkungan pemeliharaan dibuat menyerupai alam aslinya.
Model budidaya ikan mas bisa dipelihara dalam Kantong Jaring Apung, Kolam air deras, kolam tanah, kolam beton dan lain-lain tergantung ketersediaan lokasi. Makanan dalam budidaya ikan mas juga bermacam-macam mulai dari pemberian pakan alami sampai pemberian pelet buatan pabrik. Yang perlu diperhatikan adalah kualitas air pada media untuk budidaya ikan mas seperti PH air yang harus berada pada kisaran 7-8, kandungan oksigen terlarut yang cukup dan bebas dari kandungan zat kimia berbahaya.

Usaha pembesaran Ikan Mas

Usaha pembesaran ikan mas dilakukan untuk memenuhi kebutuhan permintaan ikan mas konsumsi, ikan mas konsumsi bisa bervariasi mulai ukuran 300 gram sampai 1 kg. Usaha pembesaran ini bisa dilakukan di Kolam Lumpur, Keramba Jaring apung atau Kolam Air Deras (KAD).

Pembesaran Ikan Mas di Keramba Jaring Apung

Pembesaran Ikan Mas dapat dilakukan dalam keramba Jaring Apung yang biasa dipasang di perairan umum. Pemilihan lokasi penempatan jaring dalam suatu perairan akan sangat menunjang berhasilnya proses produksi. Beberapa karakteristik perairan yang tepat antara lain adalah air bergerak dengan arus terbesar, tetapi bukan arus kuat.
  • Penempatan jaring dapat dipasang sejajar dengan arah angin, badan air cukup besar dan luas sehingga dapat menjamin stabilitas kualitas air, kedalaman air minimal dapat mencapai jarak antara dasar jaring dengan dasar perairan 1,0 meter, kualitas air mendukung pertumbuhan seperti suhu perairan 270C sampai 300C, oksigen terlarut tidak kurang dari 4,0 mg/l, dan kecerahan tidak kurang dari 80 cm.
  • Satu unit Keramba Jaring Apung minimal terdiri dari kantong jaring dan kerangka jaring. Dimensi unit jaring berbentuk persegi empat dengan ukuran kantong jaring 7 x 7 x 3 M3 atau 6 x 6 x 3 M3.
  • Satu unit Keramba Jaring Apung terdiri empat set kantong dan satu set terdiri dari dua lapis kantong Bagian badan kantong jaring yang masuk kedalam air 2,0 sampai 2,5 meter.
  • Kerangka jaring terbuat dapat dibuat dari besi atau bambu dan pelampung berupa steerofoam atau drum. Bahan kantong jaring berasal dari benang Polietilena.
  • Frekuensi pemberian pakan minimal dua kali per hari. Sedangkan cara pemberian pakan agar efektif disarankan menggunakan Feeding Frame yang dapat dibuat dari waring dengan mesh size 2,0 mm berbentuk persegi empat seluas 1,0 smpai 2,0 m2. Alat ini di pasang di dalam badan air kantong jaring pada kedalaman 30 sampai 50 cm dari permukaan air.
  • Dengan penebaran bibit seberat 300 kg dalam waktu 3 bulan akan menghasilkan ikan mas konsumsi 1.5 sampai 2 ton.

Usaha Pembesaran Ikan Mas Di Kolam Air Deras (KAD)

Pemeliharaan ikan mas di kolam air deras harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain lokasi dekat dengan sumber air (sungai, irigasi, dan lain-lain) dengan topografi yang memungkinkan air kolam dapat dikeringkan dengan cara gravitasi, kualitas air yang digunakan berkualitas baik dan tidak tercemar (kandungan oksigen terlarut 6-8 ppm) dan dengan debit air minimal 100 liter permenit.
  • Bentuk kolam air deras bermacam macam tergantung kondisi lahan, bisa segitiga, bulat maupun oval. Ukurannya bervariasi disesuaikan dengan kondisi lahan dan kemampuan pembiayaan.
  • Umumnya KAD berukuran 10-100 m 2 dengan kedalaman rata-rata 1,0 – 1,5 meter. Dinding kolam tidak terkikis oleh aliran air dan aktivitas ikan. Oleh karena itu harus berkontruksi tembok atau lapis papan.
  • Dasar kolam harus memungkinkan tidak daerah mati aliran (tempat dimana kotoran mengendap). Oleh karena itu kemiringan kolam harus sesuai (sekitar 2 – 5 %).
  • Padat tebar ikan ukuran 75 -150 gram/ ekor sebanyak 10 – 15 kg /m3 air kolam.
  • Dosis pakan yang diberikan sebanyak 4% bobot biomass /hari. Frekuensi pemberiannya 3 kali/hari.
Demikian adalah beberapa gambaran jika anda ingin melakukan usaha pembesaran ikan mas. Jika anda tertarik dan membutuhkan benih ikan mas, Surya Mina menyediakan benih ikan mas dengan kualitas unggulan, adapun spesifikasinya dapat dilihat disini.
Sumber:http://www.bibitikan.net/budidaya-pembesaran-ikan-mas-yang-menguntungkan/
September 29, 2017 | 0 comments | Read More

Langkah Beternak Bebek yang Terbukti Berhasil

Di poskan oleh Info yasha Pada hari Selasa, 26 September 2017 | September 26, 2017

ternak-bebekKita pasti sudah tidak asing lagi dengan hewan yang bernama bebek atau sering disebut juga sebagai itik. Sejenis unggas yang mudah dipelihara dan termasuk yang kebal penyakit. Juga jenis hewan yang dwi fungsi, selain diambil telurnya dapat pula diambil dagingnya. Saat usianya sudah cukup, dengan pakan dan gizi yang terpenuhi, bebek akan bertelur setiap pagi. Selain telurnya yang lebih berat di banding telur ayam, rasanya pun lebih enak dan lebih gurih.

Beternak bebek juga memiliki beberapa keuntungan, jika dikembangkan dan dikelola dengan baik, semua unsurnya bernilai ekonomis. Selain dari segi pemeliharaannya yang mudah, pakannya yang tidak terlalu sulit, permintaan yang tinggi dan bebek petelur yang sudah afkir atau tidak produktif pun dapat dijual juga sebagai bebek pedaging. Jadi tidak menyisakan sampah, baik daging, telur serta kotorannya.
Beternak bebek pun tidak butuh lahan yang luas karena ada yang melakukannya di pekarangan belakang rumahnya, hal yang paling penting adalah menjaga kebersihannya agar tidak menyebabkan penyakit. Bagi kamu para pemula, bisa dimulai dengan modal yang sedikit atau buat dalam skala kecil lebih dulu. Kalau sudah berhasil baru bisa ditingkatkan lagi modalnya menjadi usaha yang lebih besar lagi. Oke, kalau begitu artikel ini akan membahas bagaimana cara beternak bebek bagi para pemula.

Langkah yang perlu kalian lakukan untuk memulai ternak bebek

1. Kandang atau Tempat Pemeliharaan

Hal yang pertama perlu diperhatikan adalah kandang tempat memelihara si bebek. Kalau sobat punya lahan kosong yang jauh dari keramaian, dekat sumber air dan mudah dalam pengawasannya maka itu bisa jadi tempat yang cocok untuk membangun kandang bebek. Tapi kalaupun rumah kamu punya pekarangan yang cukup luas atau halaman belakang yang masih kosong, bisa juga kok digunakan sebagai awalannya.
Untuk bahan kandangnya sendiri, tidak perlu gunakan bahan yang mahal. Kerangka atau penyangganya bisa gunakan kayu atau bambu. Sedangkan atapnya bisa menggunakan genteng, asbes, plastik atau juga bisa gunakan rumbia. Biasanya para peternak lebih memilih atap rumbia, selain harganya lebih murah juga bisa digunakan untuk menahan panas.
Tipe kandang bebek sendiri ada bermacam-macam, seperti: kandang tipe pekarangan, merupakan kombinasi antara kandang terkurung dan sistem lepas, dimana kandang ini berupa pekarangan yang sekelilingnya dipagari dengan ketinggian kurang lebih 1 meter. Kandang ini bersifat terbuka, tetapi dibuat juga kandang untuk berteduh dari hujan dan tidur pada malam harinya. Di pekarangannya terdapat juga kolam agar bebek bisa berenang, serta tempat pakan dan minum bagi bebek. Ada juga kandang tipe terkurung atau postal, berupa bangunan besar yang memiliki atap dan dinding serta berlantaikan tanah padat atau semen yang ditaburi dengan sekam padi agar lebih hangat. Jadi bebek nantinya akan dibiarkan berkeliaran di dalam kandang tersebut. Di dalamnya ada fasilitas tempat makan dan minum, jika memungkinkan bisa juga dibuatkan kolam untuk bebek berenang. Sedangkan untuk tipe kandang baterai, 1-2 bebek akan ditempatkan dalam satu ruangan atau satu kotak yang terpisah pisah dengan yang lainnya. Terbuat dari bambu, hampir mirip dengan kandang baterai untuk ayam.
Jadi tinggal pilih kandang jenis apa yang mau kamu buat, jangan lupa juga untuk sesuaikan dengan lahan yang ada serta modal yang dimiliki. Kalau lahannya tidak terlalu luas memang disarankan untuk membuat kandang tipe tertutup atau kandang baterai, tapi dari segi pembangunannya memang mengeluarkan modal yang cukup besar. Jadi bisa mungkin membuat kandang tipe pekarangan, tinggal disesuaikan saja dengan lahan yang ada dulu.
Lebar ruangan atau kandang untuk istirahat dan bertelur pada kandang tipe pekarangan idealnya adalah 1 m2 untuk ditempati 5-10 ekor bebek dewasa, jadi tinggal hitung berapa jumlah bebek yang ingin dipelihara nantinya. Untuk tinggi atapnya minimal 2 m, agar mudah membersihkan dan merawatnya. Lantainya usahakan diberi alas agar empuk, bersih, kering dan hangat sehingga merangsang bebek untuk bertelur. Sebelum diberi alas, tanah bisa diberi kapur dulu yang bertujuan mencegah penyakit dan mengurangi bau yang disebabkan oleh kotoran bebek. Cara lainnya bisa dengan menyemprot tanah menggunakan larutan formalin 5%. Sediakan juga bak besar untuk tempat air minum juga sebagai kolam untuk mandi, wadahnya bisa dari plastik atau parit panjang. Kedalamannya diatur, yang penting leher si bebek bisa terendam. Juga jangan lupa untuk mengganti air untuk minum ini secara rutin, minimal 1-2 kali sehari.
Bebek suka kandang yang terik dengan suhu sekitar 35-390 Celcius dan kelembaban udara idealnya sekitar 60-65%. Berikan juga penerangan yang cukup pada kandang agar mudah mengatur atau merawatnya.

2. Pemilihan Bibit

Dalam mempersiapkan bibit bebek untuk peliharaan kita bisa pilih untuk mengunakan jenis pembibitan DOD (Day Old Duck) atau beli bebek dara. Kalau ingin masa panennya singkat, maka bisa memakai bebek dara yang berumur sekitar 2-3 bulan. Sebaliknya kalau ingin menekan biaya pembelian bisa menggunakan sistem pembibitan DOD dengan kualitas bebek unggul, di rekomendasikan dari Dinas Peternakan setempat. Biasanya 1 ekor bebek jantan untuk 5-6 ekor bebek betina.
Pembibitan DOD ini bisa dilakukan dengan cara: membeli telur tetas dari indukan bebek yang sudah terbukti kualitasnya, kemudian menetaskan sendiri telurnya dengan inkubator atau mesin tetas. Atau bisa produksi sendiri telurnya dengan cara mengawinkan indukan jantan dan betina yang berkualitas yang kita beli di peternakan atau peternak lain. Saat memilih DOD, carilah yang tidak cacat dan tidak sakit dengan warna bulu kuning yang mengkilap. Perhatikan postur tubuhnya, DOD yang baik berbadan tegap, kaki dan paruhnya besar.
Sebenarnya pemakaian bibit DOD maupun bebek dara mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Harga yang ditawarkan pembibitan DOD lebih terjangkau dibandingkan harga bebek dara. Tetapi bebek dara unggul karena mampu memproduksi telur dengan lebih cepat, sedangkan kalau memilih pembibitan DOD maka perlu perawatan ekstra seperti pemanasan DOD serta pemberian vaksinasi yang tidak dibutuhkan bebek dara.
September 26, 2017 | 1 comments | Read More

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *