Google Yahoo Msn

Suara Merdu Cucak Rowo Di alam Bebas

Di poskan oleh Info yasha Pada hari Sabtu, 22 April 2017 | April 22, 2017

Keindahan Suara burung cucak rowo di alam liar dan perlu kita ketahui Kehidupan cucak rawa di hutan liar – Alam merupakan tempat tinggal ... Tidak seperti di penangkaran, tempat tinggal burung cucakrawa selalu berpindah-pindah,Jika ia merasa nyawanya terancam maka ia akan pindah ke hutan lainnya.
Sumber Video: https://www.youtube.com/watch?v=bzvZHfohpsU
April 22, 2017 | 0 comments | Read More

Penangkaran Burung Cucak Rowo


KENDALA UTAMA PENANGKARAN

Penjodohan

Dalam penjodohan burung untuk penangkaran, kesulitan utama adalah menyamakan masa birahi burung. Sebab, apabila burung tidak sama masa birahinya, maka penjodohan sulit dilakukan. Untuk itu, Anda perlu memberikan asupan pakan yang bisa memunculkan birahi burung, baik untuk jantan ataupun betina.

Dalam kaitan ini, disarankan Anda menggunakan multivitamin dan multi mineral yang dilengkapi dengan suplemen lengkap dan seimbang disertai bahan aktif yang bermanfaat untuk kebutuhan utama asupan makan burung indukan. Anda bisa misalnya menggunakan BirdMature.

Fungsi utama BirdMature/BMR adalah meningkatkan fertilitas dan menormalkan fungsi reproduksi burung. BMR sangat direkomendasikan untuk digunakan oleh para penangkar sehingga mencapai produksi burung yang optimal.

Macet produksi

Banyak sekali kasus burung macet produksi. Meskipun indukan jantan dan betina terlihat sehat, namun ternyata keduanya tidak juga melakukan perkawinan. Atau kalau melakukan perkawinan tidak terjadi pembuahan. Tanda tidak ada pembuahan adalah telur yang kosong sampai masa pengeraman berakhir.

Sebenarnya, macet produksi dalam kasus di atas adalah karena datangnya masa birahi burung pasca telur menetas tidak berbarengan. Dengan demikian, dalam kasus ini juga disarankan menggunakan BirdMature sehingga muncul birahi jantan dan betina pada saat yang bersamaan.

Fungsi utama BirdMature memang meningkatkan fertilitas dan menormalkan fungsi reproduksi burung. Namun dia memiliki fungsi lain, yakni meningkatkan daya tahan tubuh piyikan (burung-burung muda), menormalkan sistem kekebalan tubuh piyikan serta menyempurnakan pertumbuhan bulu burung.

Banyak burung piyikan mati disebabkan dia kekurangan asupan yang seharusnya tersimpan secara normal ketika dia masih dalam bentuk telur. Dengan pemberian BirdMature, risiko kematian anakan piyikan burung bisa ditekan.

PERAWATAN PASCA TELUR MENETAS

Apabila telah diketahui kapan kira-kira telur akan menetas, persiapkan segala sesuatnya dengan cermat, telaten dan penuh perhatian. Dalam dua atau tiga hari menjelang telur menetas hendaknya telah disediakan kroto atau serangga lain yang lembut dan lunak agar sewaktu-waktu menetas induk langsung dapat memberi makan anak-anaknya sesuai kehendaknya.

Di dalam sangkar induk tidak bisa secara bebas mencarikan makan untuk anaknya, maka kebutuhan pakan untuk anak burung harus selalu diperhatikan dari hari ke hari. Karena kebutuhan makannya tidak selalu sama dari hari ke hari sejak umur 1 hingga 15 hari, anak akan mulai belajar keluar sarang terutama saat bulunya sudah mulai lengkap. Induk burung akan memilih dan memberikan jenis pakan yang sesuai cocok dengan anaknya, sesuai dengan umur dan besar anaknya.

Pada tahap menyuapi ini pemberian pakan ekstra berupa serangga, tidak boleh terlambat, agar pertumbuhan anak burung tidak terlambat, dan mungkin akan mengalami kegagalan. Setelah anak cucakrowo mulai keluar dari sarang, jumlah jatah pakan perlu ditambah. Pada tahap ini, anak burung akan selalu minta disuapi dan kelihatannya selalu lapar dan ingin makan.

Usahakan untuk tidak terlalu cepat memisahkan anak burung dari induknya, tunggu sampai kira-kira berumur satu atau dua bulan. Saat yang paling tepat untuk memisahkan anak dari induknya adalah bila ada tanda-tanda bahwa induk berusaha menjauh, bila anak mendekat untuk minta disuapi dan seolah-olah akan mematuknya. Setelah tanda-tanda tersebut di atas terlihat, segera ambil dan pisahkan dengan hati-hati, agar induknya tidak terkejut dan stress. Apabila terkejut, apalagi stress, dapat mengakibatkan induk burung tidak mau bertelur dalam waktu yang cukup lama.

Di malam hari burung cucakrowo mempunyai kebiasaan tidur lelap dengan memasukkan dan mendekap kepalanya di bawah bulu sayapnya, sehingga apabila cukup hati-hati anaknya dapat di tangkap tanpa setahu induknya.

Anak cucakrowo yang telah dipisahkan, dikumpulkan menjadi satu dalam sangkar pemeliharaan.apabila kelak akan dijadikan calon induk, anak-anak burung ini tidak perlu dipisah-pisahkan agar dapat tetap rukun. Selain itu, dalam membentuk pasangan yang baru, dan menentukan jantan dan betinanya tidak mengalami kesulitan lagi. Tetapi bila dimaksudkan untuk keperluan lain, misalnya calon yang akan diikutkan lomba atau sekedar untuk di dengar suaranya, setelah anak burung mulai belajar berkicau dapat segera dipisahkan dari yang lain, agar cepat dan rajin berkicau. Cari master untuk melatihnya, seperti kaset, menggunakan burung yang sudah jadi dan baik atau menggunakan burung sejenis trucukan

Merawat dan melatih cucakrowo

Setelah cukup umur, burung muda hasil penangkaran, dikumpulkan dalam sangkar terpisah dari induknya. Maksud pemisahan ini antara lain:

  • Ada selera makan bila ada temannya.
  • Lebih merasa tenang.
  • Mengurangi perasaan gelisah pada saat dipisahkan.
  • Kemungkinan akan dijadikan induk baru.
  • Menghemat kebutuhan sangkar.

Dilihat dari berbagai segi, burung cucakrowo hasil penangkaran lebih baik kualitasnya dan memiliki kelebihan dibandingkan cucakrowo hasil tangkapan. Kelebihan-kelebihan tersebut antara lain:

  • Lebih jinak dan mudah beradaptasi, karena lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga.
  • Belum pernah tahu dan merasakan kehidupan di hutan sehingga tak ada rasa tertekan atau ingin hidup bebas.
  • Bentuk fisiknya bagus karena pemilihan induknya secara selektif.
  • Corak suara telah dapat diketahui berdasarkan induk yang menurunkan.
  • Kesehatannya terjamin karena terawat sejak telur menetas.
  • Seleksi ketat dan penangkaran yang terkontrol akan menghasilkan keturunan yang semakin hari semakin dapat ditingkatkan kualitasnya.

Kelemahan cucakrowo hasil penangkaran

Walaupun cucakrowo hasil penangkaran memiliki kelebihan, tetapi peternak perlu menguasai cara dan teknik melatih, agar burung cepat dan rajin berkicau dengan baik. Sebab, kelemahan burung hasil penangkaran adalah pada lagunya yang kadang kemasukan “suara setan” atau suara lain yang tidak kita inginkan misalnya suara ayam, perkutut dan suara hewan lainnya.

Dalam melatih cucakrowo muda perlu dipersiapkan langkah sebagai berikut:

  • Usahakan sangkar yang dipakai bukan sangkar yang baru, agar kepala dan bulu tidak rusak, akibat menabrak jeruji sangkar (sangkar lama jerujinya sudah tidak tajam).
  • Usahakan agar cucakrowo muda selalu mendengarkan lagu dan irama kicau dari cucakrowo yang sudah jadi , bagus bahkan pernah menjadi juara. Untuk lebih mudahnya, gunakan kaset rekaman burung cucakrowo juara.
  • Dapat pula digunakan master dari jenis burung trucukan. Karena burung ini memiliki banyak persamaan, baik bentuk maupun irama/ nada kicaunya, hanya suaranya lebih kecil. Kelebihan trothokan ini adalah banyak yang memiliki lagu ganda yang kini banyak digemari dan menang dalam lomba atau pameran.
  • Agar cucakrowo muda tidak takut, jangan didekatkan dengan burung yang telah jadi dan berkicau keras-keras. Bila perlu biarkan burung muda ini mendengarkan kicauannya saja, tanpa melihat burungnya. Setelah beberapa waktu dan kelihatan bahwa burung muda ini sudah agak pandai serta kuat mentalnya, boleh didekatkan dengan burung yang sudah bagus, agar terbiasa dan berani berkicau bersama bersahut-sahutan seperti saat berada dalam arena pameran.

Tanpa latihan yang baik, burung burung yang sudah rajin dan kicaunya bagus pun belum berani unjuk suara di arena.

PROBLEM UTAMA CUCAK ROWO

1. Kurang fighting spirit, hanya diam bila ketemua lawan.
2. Memperdengarkan suara mati.
3. Mabung nyulam terus-menerus
4. Nyekukruk tak bergairah

1. Kurang fighting spirit alias kurang semangat tempur biasanya karena burung masih muda, burung kurang fit, kegemukan. Atasi dengan pemberian asupan yang seimbang gizi, vitamin dan mineralnya. Bisa gunakan BirdVit untuk rawatan harian. Bisa gunakan BirdShout selama 3 hari sebelum turun lomba. Jika kegemukan, perbanyak mandi.

2. Memperdengarkan “suara mati” atau suara burung lain seperti ayam, perkutut dan lain-lain. Atasi dengan pemasteran intensif suara burung cucakrowo. Bisa menggunakan kaset bisa menggunakan cd. Burung jangan dijadikan jinak. Biarkan sedikit liar. Cucakrowo jinak memerlukan stimulan digoda atau disiuli agar bunyi. Cucakrowo semi liar, suaranya cenderung keras dan rajin bunyi.

3. Mabung nyulam terus-menerus, penyebabnya kebanyakan lemak dan protein tetapi kekurangan vitamin dan mineral. Lakukan terapi Bird Mineral dan barengi dengan perawatan harian menggunakan BirdVit. Kurangi dulu penjemuran dari porsi biasanya.

4. Nyekukruk tak bergairah. Bisa disebabkan oleh gangguan parasit, baik cacing maupun kutu. Bisa atasi dengan AscariStop dan FreshAves. Jika gangguan parasit sangat akut, bisa disertai penggunaan BirdFresh.

Sumber Artikel: http://omkicau.com/artikel-lengkap/cucakrowo/
Sumber2: http://alifbirdfarm.blogspot.co.id/2014/06/kendala-atau-problem-utma-dalam.html
April 22, 2017 | 0 comments | Read More

Problem utama dalam penangkaran Cucak Rowo


KENDALA UTAMA PENANGKARAN

Penjodohan

Dalam penjodohan burung untuk penangkaran, kesulitan utama adalah menyamakan masa birahi burung. Sebab, apabila burung tidak sama masa birahinya, maka penjodohan sulit dilakukan. Untuk itu, Anda perlu memberikan asupan pakan yang bisa memunculkan birahi burung, baik untuk jantan ataupun betina.

Dalam kaitan ini, disarankan Anda menggunakan multivitamin dan multi mineral yang dilengkapi dengan suplemen lengkap dan seimbang disertai bahan aktif yang bermanfaat untuk kebutuhan utama asupan makan burung indukan. Anda bisa misalnya menggunakan BirdMature.

Fungsi utama BirdMature/BMR adalah meningkatkan fertilitas dan menormalkan fungsi reproduksi burung. BMR sangat direkomendasikan untuk digunakan oleh para penangkar sehingga mencapai produksi burung yang optimal.

Macet produksi

Banyak sekali kasus burung macet produksi. Meskipun indukan jantan dan betina terlihat sehat, namun ternyata keduanya tidak juga melakukan perkawinan. Atau kalau melakukan perkawinan tidak terjadi pembuahan. Tanda tidak ada pembuahan adalah telur yang kosong sampai masa pengeraman berakhir.

Sebenarnya, macet produksi dalam kasus di atas adalah karena datangnya masa birahi burung pasca telur menetas tidak berbarengan. Dengan demikian, dalam kasus ini juga disarankan menggunakan BirdMature sehingga muncul birahi jantan dan betina pada saat yang bersamaan.

Fungsi utama BirdMature memang meningkatkan fertilitas dan menormalkan fungsi reproduksi burung. Namun dia memiliki fungsi lain, yakni meningkatkan daya tahan tubuh piyikan (burung-burung muda), menormalkan sistem kekebalan tubuh piyikan serta menyempurnakan pertumbuhan bulu burung.

Banyak burung piyikan mati disebabkan dia kekurangan asupan yang seharusnya tersimpan secara normal ketika dia masih dalam bentuk telur. Dengan pemberian BirdMature, risiko kematian anakan piyikan burung bisa ditekan.

PERAWATAN PASCA TELUR MENETAS

Apabila telah diketahui kapan kira-kira telur akan menetas, persiapkan segala sesuatnya dengan cermat, telaten dan penuh perhatian. Dalam dua atau tiga hari menjelang telur menetas hendaknya telah disediakan kroto atau serangga lain yang lembut dan lunak agar sewaktu-waktu menetas induk langsung dapat memberi makan anak-anaknya sesuai kehendaknya.

Di dalam sangkar induk tidak bisa secara bebas mencarikan makan untuk anaknya, maka kebutuhan pakan untuk anak burung harus selalu diperhatikan dari hari ke hari. Karena kebutuhan makannya tidak selalu sama dari hari ke hari sejak umur 1 hingga 15 hari, anak akan mulai belajar keluar sarang terutama saat bulunya sudah mulai lengkap. Induk burung akan memilih dan memberikan jenis pakan yang sesuai cocok dengan anaknya, sesuai dengan umur dan besar anaknya.

Pada tahap menyuapi ini pemberian pakan ekstra berupa serangga, tidak boleh terlambat, agar pertumbuhan anak burung tidak terlambat, dan mungkin akan mengalami kegagalan. Setelah anak cucakrowo mulai keluar dari sarang, jumlah jatah pakan perlu ditambah. Pada tahap ini, anak burung akan selalu minta disuapi dan kelihatannya selalu lapar dan ingin makan.

Usahakan untuk tidak terlalu cepat memisahkan anak burung dari induknya, tunggu sampai kira-kira berumur satu atau dua bulan. Saat yang paling tepat untuk memisahkan anak dari induknya adalah bila ada tanda-tanda bahwa induk berusaha menjauh, bila anak mendekat untuk minta disuapi dan seolah-olah akan mematuknya. Setelah tanda-tanda tersebut di atas terlihat, segera ambil dan pisahkan dengan hati-hati, agar induknya tidak terkejut dan stress. Apabila terkejut, apalagi stress, dapat mengakibatkan induk burung tidak mau bertelur dalam waktu yang cukup lama.

Di malam hari burung cucakrowo mempunyai kebiasaan tidur lelap dengan memasukkan dan mendekap kepalanya di bawah bulu sayapnya, sehingga apabila cukup hati-hati anaknya dapat di tangkap tanpa setahu induknya.

Anak cucakrowo yang telah dipisahkan, dikumpulkan menjadi satu dalam sangkar pemeliharaan.apabila kelak akan dijadikan calon induk, anak-anak burung ini tidak perlu dipisah-pisahkan agar dapat tetap rukun. Selain itu, dalam membentuk pasangan yang baru, dan menentukan jantan dan betinanya tidak mengalami kesulitan lagi. Tetapi bila dimaksudkan untuk keperluan lain, misalnya calon yang akan diikutkan lomba atau sekedar untuk di dengar suaranya, setelah anak burung mulai belajar berkicau dapat segera dipisahkan dari yang lain, agar cepat dan rajin berkicau. Cari master untuk melatihnya, seperti kaset, menggunakan burung yang sudah jadi dan baik atau menggunakan burung sejenis trucukan

Merawat dan melatih cucakrowo

Setelah cukup umur, burung muda hasil penangkaran, dikumpulkan dalam sangkar terpisah dari induknya. Maksud pemisahan ini antara lain:

  • Ada selera makan bila ada temannya.
  • Lebih merasa tenang.
  • Mengurangi perasaan gelisah pada saat dipisahkan.
  • Kemungkinan akan dijadikan induk baru.
  • Menghemat kebutuhan sangkar.

Dilihat dari berbagai segi, burung cucakrowo hasil penangkaran lebih baik kualitasnya dan memiliki kelebihan dibandingkan cucakrowo hasil tangkapan. Kelebihan-kelebihan tersebut antara lain:

  • Lebih jinak dan mudah beradaptasi, karena lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga.
  • Belum pernah tahu dan merasakan kehidupan di hutan sehingga tak ada rasa tertekan atau ingin hidup bebas.
  • Bentuk fisiknya bagus karena pemilihan induknya secara selektif.
  • Corak suara telah dapat diketahui berdasarkan induk yang menurunkan.
  • Kesehatannya terjamin karena terawat sejak telur menetas.
  • Seleksi ketat dan penangkaran yang terkontrol akan menghasilkan keturunan yang semakin hari semakin dapat ditingkatkan kualitasnya.

Kelemahan cucakrowo hasil penangkaran

Walaupun cucakrowo hasil penangkaran memiliki kelebihan, tetapi peternak perlu menguasai cara dan teknik melatih, agar burung cepat dan rajin berkicau dengan baik. Sebab, kelemahan burung hasil penangkaran adalah pada lagunya yang kadang kemasukan “suara setan” atau suara lain yang tidak kita inginkan misalnya suara ayam, perkutut dan suara hewan lainnya.

Dalam melatih cucakrowo muda perlu dipersiapkan langkah sebagai berikut:

  • Usahakan sangkar yang dipakai bukan sangkar yang baru, agar kepala dan bulu tidak rusak, akibat menabrak jeruji sangkar (sangkar lama jerujinya sudah tidak tajam).
  • Usahakan agar cucakrowo muda selalu mendengarkan lagu dan irama kicau dari cucakrowo yang sudah jadi , bagus bahkan pernah menjadi juara. Untuk lebih mudahnya, gunakan kaset rekaman burung cucakrowo juara.
  • Dapat pula digunakan master dari jenis burung trucukan. Karena burung ini memiliki banyak persamaan, baik bentuk maupun irama/ nada kicaunya, hanya suaranya lebih kecil. Kelebihan trothokan ini adalah banyak yang memiliki lagu ganda yang kini banyak digemari dan menang dalam lomba atau pameran.
  • Agar cucakrowo muda tidak takut, jangan didekatkan dengan burung yang telah jadi dan berkicau keras-keras. Bila perlu biarkan burung muda ini mendengarkan kicauannya saja, tanpa melihat burungnya. Setelah beberapa waktu dan kelihatan bahwa burung muda ini sudah agak pandai serta kuat mentalnya, boleh didekatkan dengan burung yang sudah bagus, agar terbiasa dan berani berkicau bersama bersahut-sahutan seperti saat berada dalam arena pameran.

Tanpa latihan yang baik, burung burung yang sudah rajin dan kicaunya bagus pun belum berani unjuk suara di arena.

PROBLEM UTAMA CUCAK ROWO

1. Kurang fighting spirit, hanya diam bila ketemua lawan.
2. Memperdengarkan suara mati.
3. Mabung nyulam terus-menerus
4. Nyekukruk tak bergairah

1. Kurang fighting spirit alias kurang semangat tempur biasanya karena burung masih muda, burung kurang fit, kegemukan. Atasi dengan pemberian asupan yang seimbang gizi, vitamin dan mineralnya. Bisa gunakan BirdVit untuk rawatan harian. Bisa gunakan BirdShout selama 3 hari sebelum turun lomba. Jika kegemukan, perbanyak mandi.

2. Memperdengarkan “suara mati” atau suara burung lain seperti ayam, perkutut dan lain-lain. Atasi dengan pemasteran intensif suara burung cucakrowo. Bisa menggunakan kaset bisa menggunakan cd. Burung jangan dijadikan jinak. Biarkan sedikit liar. Cucakrowo jinak memerlukan stimulan digoda atau disiuli agar bunyi. Cucakrowo semi liar, suaranya cenderung keras dan rajin bunyi.

3. Mabung nyulam terus-menerus, penyebabnya kebanyakan lemak dan protein tetapi kekurangan vitamin dan mineral. Lakukan terapi Bird Mineral dan barengi dengan perawatan harian menggunakan BirdVit. Kurangi dulu penjemuran dari porsi biasanya.

4. Nyekukruk tak bergairah. Bisa disebabkan oleh gangguan parasit, baik cacing maupun kutu. Bisa atasi dengan AscariStop dan FreshAves. Jika gangguan parasit sangat akut, bisa disertai penggunaan BirdFresh.

Sumber Artikel: http://omkicau.com/artikel-lengkap/cucakrowo/
Sumber2: http://alifbirdfarm.blogspot.co.id/2014/06/kendala-atau-problem-utma-dalam.html
April 22, 2017 | 0 comments | Read More

Cara Membedakan Cucak Rowo Jantan Dan Betina

Cara Membedakan Cucak Rowo Jantan Dan Betina – Burng ocehan yang masuk dalam kategory superior salah satunya adalah cucak rowo, dan sebab cucak rowo menjadi atau masuk dalam kategori burung ocehan papan atas adalah karena cucak rowo memiliki suara ocehan yang sangat maksimal dan juga karena keberadaannya di alam semakin memprihatinkan atau sudah mulai langka. Salah satu cara agar tetap dapat memelihar burung cucak rowo sebagai burung ocehan di rumah namun juga tetap menjaga habitatnya adalah dengan cara menangkarnya atau di ternakan.
cucak rowo jantan dan betina

Membedakan Cucak Rowo

Salah satu syarat agar kawan kawan bisa berternak cucak rowo tentunya kawan kawan semua harus tahu atau harus bisa membedakan cucak rowo dengan jenis kelamin betina dan juga cucak rowo dengan kelamin betina, karena jika tidak, kawan kawan semua tidak akan bisa mengembangiakannya, karena mungkin kawan kawan mengawinkan cucak rowo jantan dan jatan atau sebaliknya betina dan juga betina

Namun kawan semua jangan khawatir karena di bawah ini akunya mau kasih tahu mengenai cara membedakan burung cucak rowo yang berjenis kelamin jantan dan juga burung cucak rowo dengan kelamin betina dengan cukup jelas dan juga detail.
Nah dari pada membuang waktu, mari kita mulai saja membahasnya.

Cara Membedakan Cucak Rowo

Untuk cucak rowo yang berjenis kelamin jantan ciri cirinya adalah memiliki mahkota dan mahkotanya menutupi hingga telinga dan juga berwarna jingga kalau tidak kuning seperti jerami
Ciri kedua memiliki garis horisontal di matanya
ciri yang ketiga adalah memilki pola bulu di bagain belakang cokelat dengan corak putih.
Ciri yang keempatnya adalah warna ekor dan sayap yakni perkombinasian antar warna hijau dan juga cokelat
ciri yang kelima adalah warna bulu pada bagian pantat kuning
Nah apabila kawan kawan semua melihat burung cucak rowo dengan ciri ciri di atas maka akunya yakin kalau burung cucak roro itu berjenis kelamin jantan. Selanjutnya kawan kawan semua mau akunya kasih tahu ciri ciri burung cucak rowo berjenis kelamin betina di bawah ini.
Ciri utamanya yakni di bagain kepala berbentuk pipih, tentunya berbeda dengan yang jantan.
Ciri ekornya pada cucak rowo berjenis kelamin wanita memiliki ukuran yang lebih pendek
Ciri yang ketiga cucak rowo berjenis kelamin wanita adalah tubuhya lebih kecil dari yang jantan
Ciri cucak rowo berjenis kelamin wanita yang berjenis kelamin betina adalah bulu di dagu berwana putih ke abu abuan.
Nah itu semua adalah ciri ciri atau cara membedakan cucak rowo yang berjenis kelamin jantan dan juga betina. Dan apabila kawan kawan semua sudah bisa membedakan maka kawan kawan semua sudah siap untuk beternak dan juga apabila kawan kawan semua ingin memiliki ocehan cucak rowo sudah tahu mana yang jantan sehingga kawan kawan semua bisa tau kalu burung cucak rowo itu jantan. Kawan kawan semua akunya sarankan buat baca juga mengenai ciri karakteristik dan habitat asli burung murai batu.

Sumber:http://manukgacor.com/membedakan-cucak-rowo/
April 22, 2017 | 0 comments | Read More

Habitat Asli Burung Cucak Rowo Dan Karakteristiknya

Habitat Asli Burung Cucak Rowo  – Burung cucakrowo adalah salah satu burung yang termasuk dalam anggota suku merbah. Kata merbah disini biasa disebut dengan cucak cucakan yaitu suku burung kicau yang berasal dari asia tropis dan afrika. Pada umumnya burung ini memiliki suara yang beraneka ragam dan memiliki suara yang merdu. Burung cucak rowo ini sering terlihat di hutan dan sering meramaikan suasana hutan dengan kicauan dan nyanyiannya dipag dan sore hari. Dan dalam bahasa inggris burung cucakrowo ini sering dikenal dengan bulbuls.
Burung Cucak Rowo
Dan merbah sendiri dalam bahasa melayu mengacu pada beberapa jenis burung kicau yang memiliki bulu suram disemak belukar. Dan di Indonesia sendiri burung cucak rowo dikenal dengan beberapa nama yang cukup variatif diantaranya cucak jawa, tempulu, empuruk, pampulu, empelu dan lain sebagainya.

Habitat Asli Burung Cucak Rowo Dan Karakteristiknya

Karakteristik burung cucak rowo sendiri memiliki bentuk tubuh dengan ukuran yang sedang. Dengan fostur tubuh yang lebih ramping, ekor panjang dan leher pendek. Sementara untuk warna bulunya sendiri, burung cucak rowo memiliki warna yang cukup variatif diantaranya jingga, kuning, merah padab bagian dada dan perutnya. Untuk warna bulu antara burung cucak rowo jantan dan betina hampir sama, jadi cukup sulit untuk mengetahui cara membedakan cucak rowo jantan dan betina bagi mereka ingin mengetahui jenis kelamin burung cucak rowo. Apabila saat ini anda  sedang ingin mengetahui cara membedakan burung cucak rowo jantan dan betina, anda bisa melihat penjelasnnya di artikel sebelumnya.
Kembali lagi ke pembahasan habitat asli burung cucak rowo, dihabitat aslinya burung cucak rowo termasuk burung pemakan serangga dan buah buahan. Dan dihutan burung cucak rowo ini termasuk burung yang suka menjelajah semak belukar dan kawasan hutan yang terbuka untuk memetik aneka buah buahan berukuran kecil serta memburu serangga.
Kemudian untuk populasinya, burung ini sering terlihat berpasangan atau berkelompok. Dan menariknyalagi burung ini terkadang juga dengan burung jenis lainnya. Dan kebiasaan lain yang sering dilakukan burung cucak rowo yaitu sering membuat sarah di atas merdu atau pohon yang berbentuk cawan yang terbuat dari rumput. Jika burung cucak rowo betina bertelur, biasanya langsung mengeluarkan telur sebanyak 2-3 butir.
Mungkin hanya itu saja yang bisa kami berikan kepada kicau mania, mengenai habitat asli burung cucak rowo. Sekedar info tambahan, burung cucak rowo ini termasuk salah satu burung yang di lindungi dan langka. Karena populasinya semakin menurun akibat ekspoloitasi besar besaran, sementara untuk Harga burung cucak rowo sekarang ini sangat mahal.
Sumber:http://manukgacor.com/habitat-asli-burung-cucak-rowo/

April 22, 2017 | 0 comments | Read More

Fakta dan Informasi Tentang Burung Cucak Rowo

Burung cucak rowo adalah satu dari sekian banyak jenis burung yang perlu dilestarikan di Indonesia. Berikut adalah beberapa fakta yang menarik untuk dipelajari tentang burung cucak rowo.

1. Burung dengan nama ilmiah Pycnonotus zeylanicus ini memiliki banyak nama sebutan yang disesuaikan dengan warna bulu kuning jerami pucat yang ada di kepalanya, seperti straw headed Bulbul (Inggris), Cangkurawah (Sunda), Barau-barau (Melayu), atau cucak rowo (Jawa).

Fakta Tentang Burung Cucak Rowo

2. Hewan yang satu ini memiliki habitat utama rawa-rawa yang ada di tepi hutan atau tepi sungai. Agar terhindar dari predator maupun pemburu, umumnya burung ini akan bersembunyi di balik dedaunan dan sering berkicau dengan suaranya yang khas. Namun demikian, hewan yang satu ini juga banyak ditemukan di kawasan hutan hujan tropis.

3. Burung cucak rowo termasuk omnivora yang dapat memangsa serangga dan siput air, namun juga memanfaatkan buah lunak sebagai makanannya.

4. Hewan yang satu ini memiliki suara yang merdu dan melengking, terkadang suara yang terdengar terasa jauh lebih merdu jika dibanding dengan burung merbah lainnya, karena suaranya yang berirama dan jernih.

5. Hingga saat ini, Burung cucak rowo dimasukkan oleh IUCN kedalam hewan yang wajib dilindungi karena populasinya yang terus menurun. Untuk penggolongan terbaru, hewan yang satu ini masuk kedalam kategori VU (vulnerable) yang artinya hampir punah.

6. Burung yang satu ini memiliki ukuran sedang dengan panjang total dapat mencapai 28cm. Terkait dengan ukuran, burung jantan memiliki ukuran tubuh sedikit lebih besar dibanding hewan betina.

7. Keunikan juga terletak dari perpaduan warna bulunya, dimana warna mahkota kepala adalah jingga atau kuning jerami. Sedangkan untuk sisi dagu dan garis yang melewati mata berwarna hitam.
8. Punggung burung akan terlihat berwarna coklat zaitun dengan garis putih, sayap dan ekor berwarna hijau coklat zaitun, pantat berwarna kuning terang, perut serta dada juga berwarna abu-abu.

9. Mata burung cucak rowo berukuran kecil dengan iris yang berwarna kemerahan dengan paruh berbentuk lancip berwarna hitam.

10. Musuh alami cucak rowo adalah ular dan binatang hutan lainnya, itu sebabnya sarang yang dibuat oleh burung umumnya juga menggabungkan sususan ranting sebagai bentuk pertahanan diri terhadap pemangsa.

11. Musim kawin untuk burung cucak rowo akan datang saat bulan Juli hingga September, dimana pada saat itu pejantan dan betina akan membuat sarang secara bersamaan di pucuk ranting tertinggi. Hal tersebut dilakukan agar saat betina mengeluarkan 2-4 butir telur, maka telur yang dihasilkan dapat menetas sempurna.

12. Anakan burung cucak rowo umumnya akan terus hidup bersama induknya hingga usia 3 bulan sebelum kuat mencari makan sendiri.

13. Hewan yang satu ini termasuk hewan berdarah panas dan mampu beradaptasi dengan baik, sehingga saat cuaca di sekitar berubah menjadi ekstrim, burung tetap dapat bertahan diatas sarang.

14. Hewan yang satu ini lebih senang hidup berkelompok, karena hal tersebut akan mengamankan burung dari serangan pemangsa.

15. Hewan yang satu ini lebih senang mengumpulkan makanan di siang hari dibanding malam hari untuk menghindari pemangsa.

16. Burung cucak rawa memiliki tingkatan suara yang dikelompokkan oleh para penggemar burung dan hal tersebut umumnya berpengaruh saat individu burung yang bersangkutan diikutkan dalam perlombaan. Berikut adalah beberapa tingkatan individu cucak rowo.

a. Gedongan. Sebutan ini dialamatkan untuk cucak rowo yang memiliki kicauan hampir sama seperti kicau burung lain dan umumnya jenis gedongan ini memiliki jenis kelamin betina yang kurang terlatih dan terawat.

b. Engkel. Sebutan ini dialamatkan pada burung cucak rowo yang memiliki kualitas suara setingkat lebih tinggi daripada cucak rowo gedongan. Namun demikian, suara yang dihasilkan masih cenderung kurang nyaring jika dibandingkan suara burung lain.

c. Engkel panjang. Sebutan yang satu ini dialamatkan pada burung cucak rowo jantan yang pandai berkicau, hanya saja suara kicauan yang dihasilkan masih terdengar tanpa irama yang jelas. Untk jenis ini, umumnya suara yang dihasilkan akan semakin baik ketika perawatan lebih diperhatikan dan pelatihan irama dilakukan lebih sering.

Sumber: http://www.kopi-ireng.com/2016/03/16-fakta-tentang-burung-cucak-rowo.html
April 22, 2017 | 0 comments | Read More

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *