Google Yahoo Msn

Budidaya kangkung darat organik

Di poskan oleh Info yasha Pada hari Jumat, 29 September 2017 | September 29, 2017

Perbedaan utama dua jenis kangkung ini adalah pada bentuk daun dan warna bunga. Kangkung darat (Ipomoea Reptans) berwarna hijau terang dengan ujung daun yang runcing. Warna bunga kangkung darat putih. Sedangkan kangkung air (Ipomoea Aquatica) daunnya berwarna hijau agak gelap dengan ujung yang membulat atau lebih tumpul sehingga terlihat lebih lebar. Warna bunga kangkung air cenderung ungu. Selain perbedaan fisik, kebiasaan cara memanen dua jenis kangkung ini berbeda pula. Kangkung darat di panen dengan cara dicabut, sedangkan kangkung air dipanen dengnan cara dipotong.

Saat ini kangkung darat lebih banyak beredar di pasar-pasar komersial dibanding kangkung air. Kangkung air lebih banyak dikonsumsi dan ditanam secara subsisten oleh masyarakat. Budidaya kangkung darat sangat mudah, karena sayuran ini bersiklus panen cepat dan relatif tahan hama. Karena itulah, harga kangkung dipasaran relatif murah dibanding jenis sayuran lain. Untuk meningkatkan nilai tambah, kita bisa melakukan budidaya kangkung darat secara organik. Harga kangkung darat organik relatif lebih tinggi. Budidaya kangkung darat dapat dilakukan baik didataran rendah maupun dataran tinggi.

Untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, budidaya kangkung darat harus mendapatkan curah hujan dan sinar matahari yang cukup. Kangkung darat bisa diperbanyak dengan biji dan stek. Namun khusus untuk kangkung darat, para petani biasa melakukannya dengan biji. Penyiapan benih untuk budidaya kangkung Untuk mendapatkan tanaman yang baik, tentunya harus dilakukan pemilihan benih yang baik pula. Terdapat beberapa benih unggul kangkung yang terkenal seperti varietas Sutera dan Bangkok. Benih sutera merupakan benih yang diintroduksi dari kangkung Hawaii oleh Departemen Pertanian pada tahun 1980-an.

Namun yang banyak beredar saat ini adalah kangkung keluaran Bisi dan Panah Merah serta kangkung asal Jawa Timur seperti Sidoarjo. Agak sulit untuk menelusuri varietas-varietas kangkung yang beredar dipasaran. Benih kangkung darat yang baik adalah benih yang daya tumbuhnya lebih dari 95 persen dan tumbuhnya tegak setidaknya hingga umur 8 minggu. Karena kangung darat yang tumbuh menjalar tidak begitu diminati pasar. Usahakan jangan menggunakan benih yang telah disimpan lebih dari satu tahun. Karena produktivitasnya akan menurun.


Pengolahan lahan dan pemupukan dasar


Pada budidaya kangkung darat tanah harus diolah dengan dicangkul agar gembur kemudian buat bedengan dengan lebar 1 meter dan panjang menyesuaikan dengan petak lahan. Jarak antar bedengan 30-40 cm, fungsinya sebagai saluran drainase dan jalan untuk pemeliharaan dan pemanenan. Untuk budidaya kangkung organik, siapkan pupuk dasar dari jenis pupuk organik, bisa menggunakan pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos.



Pupuk kandang lebih praktis karena tidak perlu menyiapkannya secara intensif, cukup mendiamkannya hingga kering sebelum digunakan. Sementara penyiapan pupuk kompos relatif lebih lama. Apabila menggunakan pupuk kandang, lebih baik pilih kotoran ayam dibanding kotoran kambing atau sapi. Karena kotoran ayam lebih cepat terurai, sehingga cocok dengan tanaman kangkung yang bersiklus panen cepat. Tebarkan pupuk tersebut di atas bedengan, kira-kira 10 ton per hektar. Kemudian diamkan selama 2-3 hari.

Penanaman Budidaya kangkung darat organik Penanaman dengan cara ditebar


Penanaman pada budidaya kangkung darat dapat ditebar langsung atau ditugal. Sementara itu, cara disemaikan dan lalu dipindah tidak terlalu ekonomis untuk budidaya kangkung darat. Cara ditebar langsung dilakukan dengan menebarkan benih di atas bedengan. Cara ini cukup cepat dan cocok dilakukan ditempat yang kurang orang atau ongkos tenaga kerja mahal. Kelemahan cara ini adalah boros pada penggunaan benih, karena bisa menghabiskan 5-10 kilogram benih per hektar. Cara ini memerlukan pekerja yang terampil agar hasil tebar merata. Hanya saja sulit untuk mendapatkan kepadatan populasi tanaman yang ideal.

Dimana kepadatan ideal bagi tanaman kangkung adalah 50.000 pohon per hektar. Cara yang kedua yaitu, dengan ditugal. Enaknya dengan cara ini kita bisa mengatur jarak tanam sehingga bisa didapatkan kerapatan populasi tanaman yang ideal. Jarak antara lubang tugal adalah 10 x 5 cm, setiap lubang diisi 2-3 biji benih. Hanya saja dengan cara ini dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja karena pekerjaannya akan lebih lama. Penugalan tidak perlu terlalu dalam, karena budidaya kangkung darat tidak memerlukan perakaran yang terlalu kuat.


Pemeliharaan dan pemupukan lanjutan


Dalam budidaya kangkung darat tidak diperlukan pupuk yang intensif. Kangkung darat merupakan tanaman yang tahan pada kondisi kesuburan tanah sedang. Sebenarnya pemupukan awal sudah cukup untuk memberikan nutrisi pada tanaman hingga siap panen. Namun hal ini sangat tergantung pada kondisi kesuburan tanah masing-masing. Tanah yang sebelumnya bekas ditanami tumbuhan kacang-kacangan relatif tidak memerlukan pupuk tambahan cukup dengan pupuk organik dasar yang telah diberikan diawal. Hanya saja apabila tanaman terlihat kurang subur yang ditandai dengan warna hijau yang pudar perlu dilakukan pemupukan tambahan. Kangkung darat sangat responsif terhadap nitrogen.

Apabila diperlukan bisa diberikan pupuk organik kaya akan nitrogen seperti kotoran ayam yang telah matang bercampur sekam atau kompos yang kaya nitrogen. Pemeliharaan selanjutnya yang harus diperhatikan adalah penyiraman. Kangkung darat memerlukan banyak air untuk tumbuh. Namun apabila curah hujan terlalu tinggi, daun yang dihasilkan akan jelek. Pada musim kering perlu penyiraman yang rutin, setiap pagi dan sore hari.

Jika tanaman terlihat layu dan menguning disiang hari, lakukan juga penyiraman dengan intensitas yang cukup. Kurangnya intensitas penyiraman di siang hari terik bisa membuat tanaman mati. Hal selanjutnya adalah penyiangan, walaupun kangkung merupakan tanaman siklus cepat adakalanya tanaman muda kalah bersaing dengan rumput. Terutama saat penebaran benih awal, pertumbuhan dari benih menjadi tanaman relatif agak lama sehingga potensi tersalip gulma cukup tinggi. Apabila terjadi hal seperti ini, gulma tersebut harus cepat disingkirkan dengan dicabut Hama yang biasa menyerang kangkung antara lain belalang, ulat grayak (Spodotera Litura) dan kutu daun dari (jenis Myzus Persicae dan Aphyds Gossypii).

Gejala serangan ulat grayak adalah daun bolong-bolong dan pinggiran dau bergerigi bekas gigitan. Sedangkan kutu daun membuat tanaman kerdil dan dau melengkung. Karena kutu daun menyerap cairan dari tanaman. Sementara itu penyakit yang biasanya menyerang adalah penyakit karat putih (Albigo Ipomoeae Panduratae). Bila terserang penyakit ini akan muncul bercak putih pada daun kemudian akan semakin meluas. Dalam budidaya kangkung darat organik, penanganan hama harus dilakukan secara terpadu. Untuk mengurangi resiko serangan hama dan penyakit, perlu dilakukan rotasi tanam, mengatur jarak tanam dan melakukan penyiraman yang tepat. Atau bila terpaksa bisa menggunakan pestisida hayati seperti daun nimba, gadung, dan sereh wangi.


Panen dan pemasaran


Budidaya kangkung darat dari awal sebar hingga panen memakan waktu 30-45 hari. Pemanenan bisa dilakukan dengan dua cara dipotong dan dicabut. Khusus untuk kangkung organik, sebaiknya pemanenan dilakukan dengan dicabut. Karena selera pasar kangkung organik, yakni pasar-pasar moderen, lebih memilih tanaman kangkung yang lengkap dengan akarnya. Pemanenan dengan cara dicabut akan menghasilkan tanaman kangkung sebanyak 23 ton per hektar. Sebelum di kemas dan dikirim ke pasar, hendaknya kangkung yang telah dicabut dibersihkan dulu dari tanah.

Pencucian dilakukan dengan air mengalir atau air bersih agar terhindar dari kontaminan-kontaminan berbahaya. Tempatkan kangkung di tempat yang lembab dan jangan tersengat sinar matahari langsung. Berbeda dengan hasil budidaya konvensional, budidaya kangkung darat organik akan menghasilkan produk organik yang bersih dari kontaminan zat kimia berbahaya. Oleh karena itu, produknya cenderung mempunyai harga yang lebih tinggi.

Sebaiknya jangan dijual langsung kepada para pengepul yang biasanya sudah siap mengambil langsung dari lahan. Apabila strategi pemasarannya kita jalankan, bukan tidak mustahil keuntungan yang diperoleh juga lebih besar.
September 29, 2017 | 0 comments | Read More

Cara Menanam Kangkung Cabut Cepat Panen

Cara Menanam Kangkung Cabut Cepat Panen Denga Hasil Melimpah Tanaman kangkung merupakan sayaran yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat umum yang sering di jumpai di pasar pasar komersial maupun tradisional, sayuran kangkung bersiklus panen cepat dan relatif tahan hama, karena itulah harga kangkung dipasaran relatif murah dibanding jenis sayuran lain.

Menanam Kangkung Cabut Cepat Panen

Menanam kangkung cabut dapat dilakukan didataran rendah maupun dataran tinggi, supaya bisa tumbuh dan berkembang dengan baik menanam kangkung cabut harus mendapatkan curah hujan dan sinar matahari yang cukup, para petani biasanya menanam kangkung cabut dengan biji, untuk menyiapkan bibit bisa di dapatkan dari toko pertanian yang sudah banyak di jual, sesuai denga jenis kangkung yang akan di tanamberikut cara menanam kangkung cabut cepat panen dengan hasil melimpah.

Menyiapkan Lahan

Untuk menyiapkan lahan harus dengan menggemburkan tanah terlebih dahulu dengan cara mencakul atau membajak lahan sampai menjadi gembur dan di buat bedengan bedengan dengan tinggi 30 cm untuk tempat di tanamnya kangkung, dalam penggemburan bisa juga dengan menambahkan pupuk kandang dan diaduk jadi satu dengan tanah supaya tanaman kangkungbisa tumbuh dengan subur dengan banaknya unsurhara yang terkandung dalam tanah.
agar tumbuh dan berproduksi dengan baik tanaman kangkung harus ditanam di lahan terbuka yang terkena sinar matahari penuh.

Penanaman

Penanaman kangkung sebaiknya di lakukan pada waktu musim penghujan , jika anda lakukan pada musim kemarau sebaiknya anda rutin untuk menyiramnya agar kangkung tetap tumbuh dengan subur, untuk menanamnya yaitu dengan membuat lubang sedalam 5 cm bergaris memanjang dan berurutan agar kangkung tumbuh teratur dan sempurna, satu bedengan atau gundukan tanah dengan lebar kurang lebih 1,2 meter bisa dibuat 5-6 baris memanjang, satu lubang isi dengan 2-4 bibit kangkung dan setelah itu timbun kembali dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk NPK atau pupuk kandang, kemudian beri tutupjerami padi diatasnya agar terhindar dari hewan ternak seperti ayam, burung dan supaya menjaga kelembaban tanah agar bibit cepat tumbuh.
Selanjutnya setelah biji kangkung sudah mulai tumbuh sekitar umur 4 hari buka jerami yang untuk menutupi tadi supaya tanaman kangkung daptumbuh dengan bebas.

Perawatan

Untuk perawatan kangkung cabut tidak lah terlalu sulit seperti yang kita bayangkan, hanya perlu dengan ketelatenan dan melakukan perawatan dengan intensif, yaitu sebagai berikut
Membersihkan gulma, dengan mencabut rumput yang tumbuh di sekitar tanaman kangkung
Membasmi hama, bisa dengan cara menyemprot dengan pestisida sesuai dengan hama yang menyerang tanaman kangkung
Menyiram secara rutin, dapat di lakukan dua hari sekali ketika tidak ada curah hujan
Memberikan pupuk tambahan setelah kangkung berumur 2 minggu agar kangkung semakin subur.
Panen

Kangkung cabut akan dipanen atau sudah bisa dipanen setelah berumur 30-35 hari sejak bibit ditanam, memanen kangkung cabut cukup mudah dilakukan, dengan mencabut kangkung sampai akarnya dan cucu pada bagian akarnya segera anda ikat sesuai ukuranran pada umumnya dan siap dijual.

Sumber;http://www.tugutani.info/2017/01/cara-menanam-kangkung-cabut-cepat-panen-dengan-hasil-melimpah.html
September 29, 2017 | 0 comments | Read More

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *